Selamat Datang di Blog Saktiwansyah.....Selamat Datang di Blog Saktiwansyah.....Selamat datang di Blog Saktiwansyah

DAFTAR ISI

Rabu, 30 April 2008

Rahasia Kehidupan

Masih teringat pada siang tanggal 25 April 2008 isteri saya menelepon ke saya dan mengatakan bahwa dia barusan menelepon ke Umi (Ibunya) dan Umi mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan tidak perlu pulang ke Jasinga (Kampung tempat tinggal Umi di Bogor. Pembicaraan selanjutnya adalah saya mengatakan kalau tidak ada apa-apa kita bisa pulang saat Neng Nory (adik siteri) wisuda. Tapi malam sebelumnya kita sudah berencana akan pulang hari Sabtu tanggal 26 April 2008.



Sekitar Jam 4 malam dini hari tanggal 26 April 08 neng Nori menelepon agar pulang saja ke Jasinga hari ini. Kita sekeluarga yang tidak punya firasat apa-apa baru berangkat sekitar Jam 8.30. Telepon berdering menerima panggilan baik dari Bapak mertua, adik Ipar yang menanyakan posisi dimana saat ini. saat memasuki tol Karawang Timur saya meminta Isteri untuk menelepon ke Bapak Mertua untuk menanyakan kenapa Umi tidak di bawa saja ke RS di Bogor. Kabar selanjutnya yang terdengar sungguh menggetarkan........Umi........ telah pergi...............
Isteri yang duduk di kursi sebelah kiri disamping saya yang lagi menyetir kontak berteriak histeris.....histeris dan histeris.......
Saya berusaha mengendalikan diri, karena saat itu saya memegang kendali mobil yang saya bawa. Saya berfikir, jika saya kehilangan konsentrasi maka celakalah kita semua.

Syukurlah selama lebih kurang empat jam perjalanan Cikampek-Jasinga akhirnya sampai kita di rumah. Bendera kuning telah berkibar disepanjang jalan dekat rumah, isteri semakin histeris......... segala sesuatu serasa begitu cepat berjalan. baru kemaren isteri berbicara dengan Umi, sekarang beliau terbujur kaku, menunggu isteri datang untuk dimandikan....
Tak terasa bulir-bulir air mata menetes membasahi pipiku saat kulihat Umi dimandikan. Teringat aku akan kebaikannya, kesabarannya dan ketulusannya. Tapi di dalam hatiku aku berucap..."Umi pasti mendapat tempat yang layak disisi Allah." Karena dia adalah sesorang penyayang dan sering sekali menyantuni anak yatim serta para tetua jompo. Maka tak heran ketika salah seorang Ibu tua berucap sambil menangis terisak-isak "Tidak ada lagi orang yang baik yang suka memberi uang kepada kita."

Umi........tubuhmu terbujur kaku. Aku yang mengangkatmu ke liang lahat... saat adzan dikumandangkan di liang lahat, tak terasa bulir-bulir air mata menetes dipipihku laksana hujan di siang hari yang tak dapat kucegah. Saat itu aku berfikir siapapun di dunia ini suatu saat pasti akan terbaring sepertimu. Tak tahu betapa sedihnya hati ini. Saat tulisan ini kubuat, mataku berkaca-kaca... ada kesedihan yang mendalam di hati ini...ternyata sesungguhnya manusia itu adalah makhluk yang sangat lemah. Sekuat apapun kita, segagah apapun kita, sekaya apapun kita, ternyata suatu saat kita akan mati dan tidak membawa apapun selain amal kebaikan kita. Dan... kematian itu tak pernah datang mengabari... kematian itu tak pernah datang berbisik...kematian itu tak pernah memberi tanda... kematian itu laksana halilintar datang dengan mengejutkan...........
Hari ini aku mendapat pelajaran yang sangat berharga agar kita manusia tidak boleh lengah dan terlena. Berbuatlah baik sebanyak-banyaknya, beramallah sekuat-kuatnya, beribadahlah setulus-tulusnya. Aku yakin... Umi pasti tersenyum di sana... karena kau telah menikmati kebaikan yang selama ini kau tanam. Malaikat-malaikat pasti mendampingimu dan membuat hatimu senang dan tersenyum seperti khabar yang engkau berikan lewat anak bungsumu dalam mimpi rindunya.
Hidup ternyata tidak dapat diprediksi.Itu adalah rahasia Ilahi. Saat ini kita masih bisa bernapas, tapi kita tidak tahu kapan ajal kita menjemput. Maka adalah menjadi pelajaran bagi kita bahwa seharusnya kita berbuat baik sebanyak-banyaknya untuk bekal kita dihari kemudian.
Kita akan hidup dua kali, yaitu hidup di dunia dan hidup di akhirat. Kehiupan akhirat inilah yang kekal. Dimanakah posisi kita nanti di akhirat? apakah di Surga atau Neraka? Perilaku kitalah yang akan menentukan saat kita hidup dunia ini.
Selamat jalan Umi....Semoga engkau mendapat tempat yang terbaik di sisiNya dan kami berdo'a semoga Allah membuka pintu Surga seluas-luasnya bagi Umi yang baik hati, sabar dan penuh kasih... amin.....
Selamat jalan Umi... Do'a kami menyertaimu.......................

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 25 April 2008

Kenapa Saya Harus Menulis

Sebenarnya parakata ini harusnya saya tulis sebelum posting pertama saya keluarkan. Namun karena berbagai hal belum sempat saya posting. Kembali ke judul di atas " kenapa Saya Harus Menulis" itu perlu saya lakukan karena menulis dalam blog ini bagi saya adalah tempat untuk selalu mencerdaskan diri sendiri serta berdiskusi dan berbagi ilmu dengan orang lain.

Saya terpikir agar pengetahuan yang saya peroleh dibangku sekolah sampai kuliah serta pengatahuan dan pengalaman saat saya bekerja tidak hilang begitu saja dalam ingatan saya sehingga saya perlu menuangkannya dalam bentuk tulisan untuk setiap saat bisa saya baca oleh diri saya sendiri serta mungkin dapat bermanfaat bagi orang lain.
Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa "Menulis apa yang kita tahu adalah lebih baik daripada menyimpannya dalam ingatan".
Tulisan-tulisan yang kita buat disamping bermanfaat bagi diri sendiri juga akan menjadi sebuah kenangan atau sebuah karya yang akan selalu ada dan terbaca oleh orang lain dan hitung-hitung menjadi amal yang baik jika bermanfaat bagi orang lain.
Menulis adalah suatu pekerjaan yang gampang-gampang susah, oleh karena itu ketekunan dan kesabaran sangat dibutuhkan sekali. Ungkapan yang mengatakan "Tulislah apa yang kamu pikirkan dan jangan memikirkan apa yang akan kamu tulis" adalah bisa menjadi pendorong bagi setiap orang untuk mau menulis. Apa jadinya sejarah jaman dahulu jika tidak pernah ada orang yang terpikir untuk menulis tentang apa yang terjadi. Bisa jadi sejarah-sejarah yang benar-benar terjadi hanya menjadi dongeng atau legenda yang entah benar atau tidak karena apa yang terjadi hanya disampaikan secara lisan dan orang yang mengetahuinya kemudian meyimpannya hanya dalam pikirannya.
Akhir kata, semoga tulisan-tulisan saya dalam blog ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bermanfaat juga bagi orang lain yang membacanya.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 14 Maret 2008

Aeromonas? Kick It With Herbs

Ulah aeromonas bagi Supadi adalah sebuah nestapa. Ia ingat betul saat bakteri itu beraksi. Delapan puluh persen gurami siap panen di kolam 20 m x 30 m tampak lemas dan enggan menyantap pakan. Peternak di Blitar itu semula tak ambil pusing. Sikapnya berubah tatkala satu per satu gurami mati. 'Saya rugi sampai Rp15-juta,' ujar Supadi tersenyum getir.


Saat bencana itu datang Supadi tak berdaya. Ia hanya bisa menyelamatkan belasan gurami ke kolam pendederan berukuran 1 m x 2 m. Beberapa gurami mati di bawa ke seorang teman, petugas penyuluh perikanan. 'Setelah di cek penyebabnya bakteri aeromonas,' kata Supadi.
Bakteri penyebab penyakit Motile Aeromonas Septicaemia (MAS) itu memang sangat ditakuti. Lihat saja efek serangan yang ditimbulkan. Sisik mekar, terjadi pendarahan di kulit, dan perut mengembung. 'Ikan yang diserang sulit diselamatkan,' ujar Dr Sri Lestari Angka dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.
Antibiotik seperti Oxytetracycline, Streptomysin, dan Chloromycetin selama ini dipakai untuk mengatasi serangan Aeromonas hydrophilia itu. Namun, selain tak mudah didapatkan, antibiotik itu bagi peternak kecil seperti Supadi tergolong mahal. Harganya mencapai puluhan ribu rupiah per botol. 'Saya disarankan pakai sirih dan cukup manjur,' katanya. Sekitar 10 lembar daun sirih ditumbuk lalu ditebar ke kolam selama seminggu penuh. Hasilnya, gurami yang selamat mulai terlihat sehat dan lahap menyantap pakan.
Tanaman obat
Menurut Ir Arief Prajitno MS, ahli penyakit ikan di Malang, beberapa tanaman obat yang dipakai pada manusia bisa diterapkan pula pada ikan. Contoh daun sirih, kunyit, dan daun pepaya. 'Tanaman-tanaman itu bersifat antibakteri sehingga dapat menyembuhkan penyakit ikan akibat bakteri,' ujarnya.
Kunyit yang mengandung curcumin bersifat antibakteri, dan antiinflamasi. Sebab itu, Curcuma domestica itu dapat menyembuhkan luka pendarahan akibat aeromonas. Demikian pula dengan daun pepaya yang bisa membatasi penyebaran luka akibat infeksi bakteri.
Sri Lestari Angka yang melakukan riset tanaman pembasmi aeromonas mendapati campuran daun sirih, sambiloto, dan daun jambu batu mujarab sebagai anti bakteri. Daun jambu biji, misalnya, mengandung senyawa flavonoid yang efektif meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Begitu bakteri aeromonas menginfeksi, serta merta tubuh akan menghadangnya dengan menghancurkan sistem pelindung tubuh bakteri. “Campuran itu tidak akan membahayakan ikan,” ujar peneliti aeromonas sejak 1980 itu.
Pengganti antibiotik
Penggunaan tanaman obat memberikan banyak keuntungan. Bahan bakunya murah dan mudah didapat. Aplikasinya mudah. 'Bila tidak ada ekstraknya, tanaman cukup ditumbuk lalu ditaburkan begitu saja,' ujar Arief. Jika tersedia ekstrak, dosis pemberian dianjurkan 5—10 cc per liter. Meski demikian, pemberian dosis tinggi tidak akan memberikan efek merugikan karena yang digunakan bahan alam.
Sri Lestari Angka memberi campuran ekstrak daun sirih, sambiloto, dan daun jambu biji pada pakan. Dosisnya sebanyak 1 ml/100 g pakan sebagai tindakan preventif. Namun, untuk pengobatan dosis dinaikkan hingga 2,5 ml/100 g pakan. 'Dari hasil ujicoba ikan yang sudah parah bisa sembuh kembali,' tutur Sri.
Pengobatan memang jalan terakhir untuk mengatsi aeromonas. Namun, agar ikan selamat, peternak perlu menjaga kualitas air sebagai sumber penularan aeromonas. “Tanpa memperhatikan kondisi lingkungan, serangan akan terus berulang,” ujar Arif. Nah, bila semua sudah terjaga, tapi aeromonas masih berulah, biarkan tanaman obat yang melawannya. (Lani Marliani)
Oleh trubus : http://www.trubus-online.com
Kamis, 14 Desember 2006 13:20:10

[+/-] Selengkapnya...